jump to navigation

PERSAINGAN DI TEMPAT KERJA January 30, 2008

Posted by imambahtiar in Artikel Motivasi.
trackback

Persaingan di tempat kerja adalah sesuatu yang sangat wajar, karena di sana kita tidak melakukan segala sesuatunya sendirian – ada orang-orang lain yang juga harus mengerjakan tugas yang sama dengan kita.

Kalaupun kita berkata bahwa kita sudah membentuk suatu tim kerja yang sangat bagus sehingga tidak mungkin terjadi persaingan, akan selalu ada kompetitor yang lain. Sebagai contoh, di dunia media cetak sendiri, bukan hanya satu koran yang eksis, tetapi ada banyak koran yang menjadi kompetitor satu dengan yang lain.

Selama kita menyikapinya secara positif, persaingan justru akan menolong kita untuk memunculkan puncak potensi yang kita miliki, karena tujuan persaingan adalah untuk menuntut kita memunculkan kreativitas, keahlian dan potensi terpendam yang selama ini belum tergali. Yang perlu dipastikan adalah, entah persaingan itu terjadi di dalam perusahaan atau antar perusahaan yang lain, ada batasan-batasan etika kerja yang harus tetap kita pegang. Selama kita terus memegang etika-etika kerja yang ada dalam sebuah kompetisi, maka persaingan adalah sesuatu yang wajar. Hal lain yang juga harus diperhatikan yaitu dalam persaingan tidak boleh ada saling menjatuhkan/saling menyerang; kita hanya boleh berlomba-lomba mengungguli potensi yang dimiliki oleh ‘pesaing’ kita. Jika persaingan itu terjadi dalam satu perusahaan yang sama, kita harus tetap melakukannya dengan landasan pemahaman bahwa kita berada dalam satu tim, karena jika kita saling menjatuhkan/saling menyerang, kompetisi yang ada akan menjadi tidak sehat; perlahan tapi pasti perusahaan yang ada akan mengalami kemerosotan karena digerogoti dari dalam.

Persaingan yang sehat untuk mengungguli potensi rekan kerja kita secara otomatis justru akan membuat perusahaan tempat kita bekerja menjadi lebih maksimal dan lebih unggul.

Indikator bahwa persaingan yang ada mulai menjadi tidak sehat adalah ketika kita mulai saling serang/saling menjatuhkan atau melakukan segala cara untuk mendapatkan promosi. Contoh: ‘menjilat’ pemimpin demi mendapat ‘perhatian lebih’ adalah tanda bahwa persaingan yang ada sudah mulai menjurus ke arah yang negatif.

Comments»

1. enno - November 26, 2008

persaingan ditempat kerja saya pikir itu hal yang sangat wajar. Namun jika persaingan nggak sehat, ada oknum yang jadi penjilat atau psikopat di tempak kerja tentunta hal itu membiat atmosfer kerja menjadi nggak enak dan nggak nyaman. Kalau dibiarkan pastinya perusaahn tidak menjadi maksimal. Secara perlahan -lahan karyawan yang memiliki potensial lebih akan keluar satu persatu. Pada intinya ditempat kerja yang paling utama dicarai adalah ketenangan dan kedua uang. Jika yang pertama tidak kita dapatkan, buat apa kita mempertahankan kerja ditempat itu.

Orang kreatif dan potensial dalam bekerja, pastinya akan selalu mendapat peluang ditempat kerja lain. Percayalah…….
banyak teman dekat saya yang seperti, bahkan pada akhirnya menjadi seorang bos. Sedangkan para penjilat tetap hingga tua menjadi seorang karyawan yang penjilat.

pada intinya sebagai karyawan kita harus memiliki integritas tinggi dan kemampuan untuk terus belajar. Jangan pernah menyerah dengan yang bodoh seperti penjilat di kantor.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: