jump to navigation

Sebuah kisah untuk kakak ku September 18, 2008

Posted by imambahtiar in Orang Tua Sukses.
trackback

“Selamat jalan Ahli Surga “

“… Karena sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan…”(Q.S. Al Insyirah : 5-6)

Yakinlah Ibu… Ada hikmah dan rencana Allah yang tidak kita ketahui dibalik semua kejadian ini… Karena kita berasal dari Allah dan kepada-Nya jualah kita akan kembali…

Bulan Pertama 
Kami sudah menikah selama hampir sepuluh bulan saat aku menyadari diriku hamil. Betapa bahagianya kami berdua. Saat itu aku masih ingat kami membeli test pack dari sebuah apotik. Saat kutes, diriku positif hamil. Wajah suamiku berseri-seri. Selang beberapa hari, kami pergi ke dokter kandungan untuk memastikan. Subhanallah… ada sebuah titik kecil dirahimku, dia berusia dua minggu… Terima kasih, Ya Allah atas karuniamu yang besar…

Bulan Kedua 
Titik itu sudah mulai berbentuk… Anak kami sayang… Aku senang sekali saat ia mulai berkembang. Ibu akan selalu melindungimu, nak… Ibu akan makan makanan yang bergizi untukmu… Kami berjanji akan memberimu yang terbaik… Insya Allah… Cepat besar, ya sayang… Kalau engkau laki-laki, kami akan menamaimu Ammar, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang teguh pendiriannya, penghuni surga… Dan kalau engkau perempuan akan kami beri nama Zahrah, bunga yang cantik…

Bulan Ketiga 
Orang-orang bilang, kehamilan tidak mempengaruhi aktivitasku, aku justru semangat sekali bekerja… Alhamdulillah anakku tidak rewel… Pintar sekali kamu, nak. Tahu ayah ibumu harus bekerja keras… Tak sekalipun rewel…Anak baik… Saat di -usg, dia sudah bertambah besar… Aku lihat gerakannya lincah… Kami sudah tidak sabar ingin menemuimu… Cepat lahir ya…

Bulan Keempat 
Saat ini Malaikat dengan izin Allah akan meniupkan ruh kepadamu sayang… Kami mengadakan acara empat bulanan untukmu… Membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Saat di-usg, kamimengetahui bahwa engkau adalah laki-laki… Kami menamakanmu Ammar Hatta Azzurri, semoga menjadi anak yang shaleh dan selalu berbakti pada agama, orangtua, bangsa dan negaramu… Amin…

Bulan Keempat 
Saat ini Malaikat dengan izin Allah akan meniupkan ruh kepadamu sayang… Kami mengadakan acara empat bulanan untukmu… Membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Saat di-usg, kami dapatkan informasi bahwa engkau adalah laki-laki… Kami menamakanmu Ammar Hatta Azzurri, semoga menjadi anak yang shaleh dan selalu berbakti pada agama, orangtua, bangsa dan negaramu… Amin… 

Bulan Kelima 
Tahun baru, nak!!! Sebentar lagi engkau lahir ya… Tahun depan kami akan melihat wajahmu… Tadi kami lihat di dokter, engkau sudah bertambah besar… Tulang-tulangmu sudah terbentuk dengan sempurna… Kami senang sekali… Tinggal empat bulan lagi engkau akan mengisi hari-hari kami dengan kelucuanmu.. Pasti engkau lucu sekali ya nak…

Bulan Keenam 
Hasil cek lab darahku buruk sekali… Dokter menyatakan Hb ku rendah dan adanya kemungkinan aku menderita Thalasemia yang dapat kuturunkan pada anakku… Ya Allah… Kuatkanlah diriku menerima kenyataan ini… Akhirnya Dokter memintaku untuk cek lab lagi, untuk mengetahui kadar zat besi dalam tubuhku… Alhamdulillah, ternyata aku hanya kekurangan zat besi… Jadi Dokter memberiku vitamin untuk menambah zat besi… Terima kasih, Ya Allah… Anakku… Semoga kamu selalu sehat-sehat saja ya…

Bulan Ketujuh 
Kamu sudah semakin besar…. Ibu juga sudah bertambah gemuk… Kaki inipun bertambah besar dan membengkak… Sudah mulai sulit berjalan… Tapi Ibu senang, nak… Ibu tidak khawatir menjadi gemuk, asalkan engkau sehat… Ibu mulai memperhatikan makanan yang Ibu makan, mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi… Supaya kamu sehat… Kami melihatmu di Dokter, engkau sudah bertambah panjang, tulang-tulangmu juga sempurna… Seluruh anggota badanmu sudah terlihat… Tangan dan kaki mungilmu. Tak sabar rasanya ingin memeluk, mencium dan menggendongmu… Anugrah Allah yang terindah yang pernah kami miliki…

Bulan Kedelapan 
Jam tiga pagi, perutku terasa mulas sekali… Allahu Akbar… Inikah yang dinamakan kontraksi? Aku segera membangunkan suamiku… Kami pergi ke Rumah Sakit ditemani oleh Ibu ku… Aku dibawa ke ruang melahirkan… Disana ada Bidan yang mngecek denyut jantung dan gerakan janin… Sepertinya aku masih merasakan gerakanmu

Lalu aku dibawa keruang perawatan, diagnosa sementara adalah kontraksi dini, dan aku dirawat. Suster mengecek berkali-kali dengan alat untuk mendengar jantumg, tapi tak bisa mendengarkan denyut jantungmu… Anakku, ada apa denganmu???

Dokter datang, dan saat di usg….. engkau sudah terlepas dari plasentamu… Engkau sudah tak bernafas… tak bergerak!!!
Ya Allah… Anakku sudah tidak ada… Hatta kecilku… Malaikatku sayang…. Dia sudah pergi… Perkiraan dokter, sudah beberapa hari yang lalu… Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un…

Saat itu, aku kehilangan akal sehat… Aku tidak bias menerima kenyataan ini… Tekanan darahku langsung naik hingga 190/130… Saraf mataku terputus… Badanku terasa dingin…

Dokter memberiku infuse, penurun tensi, lalu aku dipasangi balon dan diinduksi… Aku sudah tidak merasakan apa-apa… Sakit di tubuh ini sudah tidak terasa… Aku tidak mau dipisahkan dengan anakku… Hatta kecilku rupanya mengerti, dia juga tidak berusaha keluar… Allah… Aku pasrah padamu, Ya Rabbi, pemilikku dan semua makhluk di dunia ini…

Akhirnya, dokter memutuskan untuk caesar… Pagi itu, anakku dipisahkan dari tubuhku… Demi keselamatanku… Karena kalau tidak dia akan meracuniku… 
Saat dia sudah dikeluarkan, ibuku menyerahkannya padaku… Ya Allah… Dia tampan sekali… Hidungnya mancung seperti Ayahnya, Rambutnya ikal sepertiku, Jari-jarinya mungil… Replika kami berdua… Aku mencium pipinya… Yang pertama dan yang terakhir… 
Sayang, Ibu sangat mencintaimu… Masih ingatkah engkau, lagu yang sering ibu nyanyikan setiap pagi? Cerita yang ibu bacakan? Ciuman dari Ayah? Obrolan kita setiap hari? Belaian sayang Ayah dan Ibu? Dan banyak hal yang kita lakukan bersama?

Sudah empat puluh hari engkau meninggalkan kami, nak… Hatta, terima kasih sudah memberikan delapan bulan terindah dalam hidup ibu dan ayah ya… Tidak pernah rewel dan meminta yang aneh-aneh… Anak yang sayang sekali pada orangtuanya… Pastilah Allah langsung mengambilmu ke Surga, karena engkau sangat menyayangi kami sehingga Allah pun sangat menyayangimu…

Ibu percaya, Allah sedang berbicara pada kami… Mengajari kami untuk sabar dan ikhlas… Untuk menjadi manusia yang lebih baik… Alhamdulillah Ya Allah, engkau memberi kami cobaan, pertanda engkau masih meningat kami… Kuatkanlah kami Ya Allah, Tuhan pemilik semua manusia dimuka bumi…
Semoga Allah memberikan Ibu dan Ayah ketabahan… Membuat kami mempertebal iman kami kepada-Nya. Sehingga kami dapat menemuimu di Surga… Suatu saat nanti, nak…

Selamat jalan wahai penghuni surga, Ammar Hatta Azzurri…

 

( selamat Jalan wahai penghuni surga, ABRISAM……)

 

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: